LAMANDAU - Seorang Pemuda Asal Kobar Tenggelam di Sungai Belantikan, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pada Sabtu (14/3/2026) sore. Peristiwa ini menambah daftar korban keganasan sungai di wilayah tersebut dan memicu upaya pencarian besar-besaran oleh tim gabungan.

Daftar Isi

Kronologi Kejadian Tenggelam

Korban diketahui bernama Rega Anggi Anggara (25), warga Pangkalan Bun, Kobar. Ia bekerja sebagai karyawan perkebunan kelapa sawit di Desa Merambang, Lamandau.

Peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Sungai Bayat, bagian dari aliran Sungai Belantikan. Saat itu, korban sedang mandi bersama beberapa temannya.

Melihat permukaan air yang terlihat surut, korban berniat berenang menyeberangi sungai. Sayangnya, di tengah upayanya, ia diduga kelelahan dan tidak mampu melawan arus.

Korban akhirnya tenggelam dan menghilang dari permukaan. Rekan-rekannya yang menyaksikan langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Respons dan Upaya Pencarian

Kepala BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan laporan kejadian ini. Pihaknya menerima laporan awal sekitar pukul 17.31 WIB melalui Tim Reaksi Cepat (TRC).

"Tim TRC BPBD sudah bersiap dan berkoordinasi dengan Basarnas Pangkalan Bun untuk segera menuju lokasi," ujar Hendikel. Tujuannya adalah membantu proses pencarian korban.

Hingga Sabtu malam, warga setempat bersama tim gabungan masih terus melakukan pencarian secara manual di sekitar lokasi kejadian. Pencarian telah berlangsung selama beberapa jam.

"Kami masih melakukan pencarian keluarga kami yang tenggelam di Sungai Bayat, sudah sekitar lima jam pencarian," kata Indra, salah seorang kerabat korban. Situasi ini menggambarkan kesedihan dan ketegangan di lokasi.

Peringatan dan Kasus Serupa

Peristiwa ini menjadi yang kedua kalinya dalam sepekan terakhir di Kabupaten Lamandau. Sebelumnya, pada Minggu (8/3/2026), seorang pria bernama Ruswandi (51) juga dilaporkan tenggelam di Sungai Kinipan.

Korban saat itu sedang memancing bersama teman-temannya. Perahu yang ditumpangi tenggelam dan korban terseret arus. Jenazahnya baru ditemukan tiga hari kemudian.

Imbauan Kewaspadaan Masyarakat

Kejadian beruntun ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya arus sungai di wilayah Lamandau. Kondisi ini terutama perlu diwaspadai saat musim hujan seperti sekarang.

Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Jangan pernah meremehkan kekuatan arus sungai saat beraktivitas di badan air, sekalipun terlihat tenang.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Lamandau, Basarnas Pangkalan Bun, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat setempat masih terus berupaya. Pencarian terhadap Pemuda Asal Kobar Tenggelam ini masih berlangsung hingga berita ini diturunkan.