NANGA BULIK - Operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Belantikan akhirnya berakhir dengan temuan yang menyedihkan. Rega Anggi Anggara (26), karyawan perkebunan sawit, ditemukan meninggal dunia pada Minggu siang setelah menghilang sehari sebelumnya.

Daftar Isi

Proses Pencarian dan Penemuan Korban

Pencarian hari kedua dimulai pukul 06.27 WIB dengan briefing tim gabungan. Tim yang terdiri dari BPBD Lamandau, Basarnas Pangkalan Bun, dan warga setempat langsung bergerak ke lokasi kejadian.

Penyisiran dilakukan di permukaan air dan melalui penyelaman. Upaya ini melibatkan peralatan modern serta keterlibatan aktif masyarakat sekitar lokasi kejadian.

Korban berhasil ditemukan pukul 11.15 WIB oleh warga bernama Jaka. Penemuan dilakukan dengan menyelam menggunakan alat tradisional sekitar 3 meter dari titik awal tenggelam.

Kronologi Kejadian Tenggelam

Peristiwa nahas terjadi Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban bersama rekan-rekannya mandi di Sungai Belantikan di wilayah Desa Bayat, Kecamatan Belantikan Raya.

Melihat permukaan air terlihat surut, korban mencoba berenang menyeberangi Sungai Belantikan. Diduga karena kelelahan dan tidak mampu melawan arus, korban akhirnya tenggelam dan menghilang dari pandangan.

Rekan-rekannya segera memberikan pertolongan dan meminta bantuan warga. Namun pencarian hari pertama belum membuahkan hasil, sehingga operasi dilanjutkan keesokan harinya.

Imbauan Keselamatan dari Pihak Berwenang

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup. BPBD Lamandau mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di musim hujan.

Perhatian Khusus untuk Sungai Belantikan

"Ini adalah kejadian kedua dalam sepekan terakhir di Sungai Belantikan," tegas pernyataan resmi BPBD. Mereka mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan kekuatan arus sungai yang bisa berubah cepat.

Pihak berwenang menyarankan untuk memastikan kondisi fisik prima jika hendak berenang. Pendampingan rekan yang siap siaga juga sangat penting untuk mengantisipasi keadaan darurat.

Keluarga korban telah menerima kabar duka dengan ikhlas. Jenazah telah dibawa ke rumah duka di Pangkalan Bun untuk disemayamkan sebelum dimakamkan di kampung halaman.