Dua negara anggota NATO, Prancis dan Kanada, secara terbuka mengkritik Amerika Serikat atas serangan militernya bersama Israel ke Iran. Mereka menilai operasi ini sebagai pelanggaran hukum internasional yang serius dan menyerukan deeskalasi segera.
Daftar Isi
- Kecaman Tegas dari Prancis
- Respons Kritis Kanada
- Akar Konflik dan Eskalasi
- Dampak Global dan Reaksi Lainnya
Kecaman Tegas dari Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan jelas menyatakan penolakannya. Ia menegaskan bahwa serangan AS dan Israel berada di luar koridor hukum yang berlaku internasional.
Meski mengutuk tindakan militer tersebut, Macron tetap menyoroti peran Iran. Ia menyalahkan program nuklir Tehran dan dukungannya terhadap kelompok proksi di kawasan sebagai pemicu ketegangan.
Respons Kritis Kanada
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bergabung dalam seruan untuk meredakan konflik. Ia menekankan pentingnya semua pihak menghormati hukum internasional yang mengikat.
Carney menyebut perang di Timur Tengah sebagai cermin kegagalan tatanan global. Ia juga mengkritik AS dan Israel karena bertindak tanpa melibatkan PBB atau berkonsultasi dengan sekutu seperti Kanada.
Panggilan untuk Konsultasi dan Keterlibatan PBB
Inti kritik dari Ottawa adalah kurangnya koordinasi dengan sekutu dan badan dunia. Tindakan unilateral dinilai memperburuk situasi dan mengikis legitimasi operasi militer.
Akar Konflik dan Eskalasi
Ketegangan memuncak setelah serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa ini menjadi pemicu langsung eskalasi.
Iran membalas dengan melancarkan serangan ke target strategis di kawasan. Sasaran termasuk pangkalan militer, pusat data, serta fasilitas minyak dan gas.
Dampak Global dan Reaksi Lainnya
Konflik langsung mengguncang pasar global. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga minyak dan tekanan di pasar keuangan dunia.
Bursa saham AS, Eropa, dan Asia kompak melemah. Investor khawatir akan gangguan pasokan energi global yang berkelanjutan.
Tekanan Diplomatik dan Ancaman AS
Di tengah kecaman, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memutus perdagangan dengan Spanyol. Ancaman ini muncul karena Madrid menolak penggunaan pangkalan AS di wilayahnya untuk operasi militer.
Spanyol, di bawah PM Pedro Sanchez, bersikeras bahwa penggunaan pangkalan harus sesuai Piagam PBB. Trump juga mengecam Inggris yang dinilai kurang kooperatif, memperlihatkan retakan di antara sekutu tradisional.